Pada postingan kali ini saya menulis salah satu teknik penyandian dalam teknik kriptografi klasik paling populer namun paling sederhana dan  mudah untuk dipelajari. Semua ini kita pelajari untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan kriptografi klasik.
Sandi substitusi (substitution cipher) termasuk dari algoritma kriptografi simetris. Prinsip dari sandi substitusi adalah dengan mengganti setiap huruf menjadi huruf yang lain. Pada tulisan ini dibahas tentang mekanisme  cipher substitusi. Selanjutnya dibahas kelemahan dari cipher ini dan langkah-langkah yang digunakan pihak penyerang (kriptoanalis) dalam melakukan serangan (kriptoanalisis).
Pada sandi substitusi asli, masing-masing huruf disubstitusi dengan huruf yang lain.  Jadi, kuncinya adalah bentuk permutasi dari ke-26 huruf (jumlah juruf A sampai Z). Dengan demikian, banyaknya kemungkinan kunci adalah 26! ≈ 4×1026  , jumlah yang sangat banyak sekali, bahkan dengan komputer pun masih kesulitan untuk memecahkannya. 

 
nt Definitions */
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:””;
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:Calibri;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;}
@page Section1
{size:612.0pt 792.0pt;
margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;
mso-header-margin:36.0pt;
mso-footer-margin:36.0pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>
Andaikan plaintextnya ‘CINTA MONYET’ maka chipertext yang dihasilkan dari plaintext tersebut adalah ‘SVQET RFQNPE’, bila plaintextnya ‘PINTAR’ chipertextnya menjadi ‘UVQETL’
Apabila diperhatikan dengan seksama, sandi substitusi terlihat sangat aman karena mempunyai jumlah kemungkinan kunci yang sangat besar teknik substitusi ini akan susah dipecahkan oleh penyerang/ kriptoanalis. Yah itu tidak benar juga, karena teknik substitusi mempunyai kelemahan dalam penulisan chipernya yaitu pada frekwensi munculnya huruf. Dibawah ini dilampikan table frekwensi kemunculan huruf dalam Bahasa Indonesia dan Inggris

                                              Frek. Bhs. Inggris                                     Frek. Bhs. Indonesia

Tulisan ini akan berlanjut pada sesi [Destroyed ‘ Substitution Chiper’ ?]. (dodis7)

_______________________________________________
Daftar Pustaka
Churchhouse, Robert. 2001.  Codes and Ciphers, Julius Caesar, the Enigma, and the Internet. UK: Cambridge University Press.
Ariyus, Dony. 2008. Pengantar Ilmu Kriptografi : Teori, Analisis, dan Implementasi. Yogyakarta: Andi Offset.

http://www.zakhimath.web.id

_______________________________________________